Sale!
tragedi-ukhuwah

Tragedi Ukhuwah di Zaman Fitnah

Rp32.000,00 Rp24.000,00

Penulis  Abu Ammar
 Penerbit  Granada Mediatama
 ISBN  978-979-3693-07-1
 Ukuran  15 x 23 cm
 Halaman  178 halaman
SKU: tragedi-ukhuwah-di-zaman-fitnah Category:

Product Description

Bukankah hal aneh jika seorang pencuri, perampok dan penjahat malah dinobatkan menjadi penjaga keamanan? Tapi itu belum seberapa , yang lebih aneh lagi, ternyata yang dicuri malah dituduh sebagai penjahat!!

Melongok ke dalam tanah-tanah kaum muslimin yang sedang “terpenjara” dalam rumah mereka sendiri. Mereka terkurung di dalam negeri yang notabene milik mereka sendiri. Anehnya bangsa yang menjajah mereka malah direstui oleh seluruh dunia. Dinobatkan sebagai “pasukan penjaga perdiaman”. Sedangkan bangsa yang dijajah, yang harta bendanya dimusnahkan, wanita-wanita mereka ternoda, melakukan perlawanan dengan batu, akan segera tercap sebagai teroris. Aneh?

Tengoklah ke Palestina. Hadiah natal di akhir tahun 2008 dan awal tahun baru 2009 untuk warga Israel adalah banjir darah di Palestina. Ratusan tank dan misil termuntahkan ke perkampungan padat penduduk di gaza. Ratusan ton bom-bom pembunuh massal juga tak segan menyayat kulit dan menghancurkan tulang setiap orang yang ditemuinya. Sungguh pembantaian telanjang mata yang dipertontonkan kepada dunia. Tapi aneh bagaimana dunia menyikapinya? Dingin! Mereka menyikapi dengan dingin!! Di satu sisi, saat mereka mempertahankan diri dari gempuran seperti itu dengan batu dan roket kecil, dunia langsung sontak memvonis itu perbuatan teroris. Sungguh aneh bukan?

Sebenarnya masalah Palestina dan dunia Islam lain yang mengalami penjajahan tidaklah seperti yang media barat beritakan. Banyak kejahatan-kejahatan Barat dan Israel lakukan tanpa diketahui oleh media Barat.

Inilah masalah umat Islam yang harus dicari jalan keluarnya. Bukan malah mendiamkannya sebagaimana negara-negara Arab mendiamkan Palestina menjadi rongrongan Israel.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Tragedi Ukhuwah di Zaman Fitnah”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *