Sale!
membentangkan-ketakutan-225-zoom-1

Membentangkan Ketakutan

Rp30.000,00 Rp22.500,00

Penulis: Shofwan Al-Banna
Tebal: 208 Hal
Ukuran: 14×20,5 cm
Berat: 202
Tahun: 2011

SKU: membentangkan-ketakutan Category:

Product Description

 

Minggu, 13 Juni 2011, Untung Budi Santoso bersama istrinya ditangkap oleh Densus 88 di Bandung. Keduanya digelandang secara terpisah dengan menggunakan mobil. Saat itu, Untung masih sehat dan afiat. Namun malam hari polisi memberikan kabar: Untung meninggal dunia.

Seorang jurnalis berhasil mengungkap fakta bahwa ternyata polisi berjanji akan mengembalikan jenazah Untung jika keluarganya berkenan mematuhi tiga syarat: jenazah tidak boleh dibuka; keluarga tidak boleh melapor kepada Tim Pembela Muslim; dan keluarga tidak boleh melapor kepada media.

Saat fakta ini bocor kepada para jurnalis sehingga menjadi berita yang diketahui publik, kepolisian buru-buru menyatakan bahwa terduga teroris itu meninggal akibat sakit jantung. Sulit untuk mengonfirmasi apakah Untung meninggal karena sakit atau karena penyiksaan, yang jelas menurut pamannya Untung tidak punya riwayat sakit jantung.

Di tengah gegap gempita klaim keberhasilan Densus 88 memerangi terorisme, kasus-kasus semacam Untung bukanlah hal langka. Kalangan aktivis kemanusiaan mendata bahwa kasus penangkapan sewenang-wenang yang ternyata salah tangkap oleh polisi terbanyak terjadi dalam kasus terorisme. Tidak hanya itu, para korban salah tangkap juga mengalami kekerasan fisik yang luar biasa. Beberapa korban bahkan sampai mengalami cacat permanen. Saat terbukti tidak bersalah, sebagian korban tersebut dilepas tanpa rehabilitasi dan permohonan maaf.

Buku ini menelusuri dinamika Perang Global Melawan Terorisme mulai dari kelahirannya, pengaruhnya yang menjangkau seluruh dunia, hingga akibat-akibat yang ditimbulkannya di Asia Tenggara dan khususnya di Indonesia. Didukung fakta-fakta penting hasil investigasi, buku ini ingin membuka tabir kesadaran masyarakat bahwa isu terorisme di negara kita tidak terlepas dari kepentingan kekuatan negara adidaya bersama-sama nafsu berkuasa aktor lokal di dalam negeri.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Membentangkan Ketakutan”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *