Sale!
as-shagir

Al Mu’jam Ash-Shaghir 1 – 2 Lengkap

Rp312.000,00 Rp250.000,00

Judul Asli : Al Mu’jam Ash Shaghir
Penulis : Imam Ath Thabarani
Tahqiq : Muhammad Syakur & Mahmud Al Hajj Amir
Ukuran Buku : Buku Ukuran sedang 15×23,5 cm
Tipe Cover : Hardcover
SKU: al-mujam-ash-shaghir-1-2-lengkap Category:

Product Description

Para ulama Islam sejak zaman dulu telah melakukan berbagai kreasi kepenulisan Hadits Rosullulloh dari berbagai sisi model. Mereka menentukan pola penyusunan yang indah dan menakjubkan.Kita telah kenal kumpulan kitab hadits berbentuk : Al Musnad, Al Mushannaf, dan lainnya adalah Al Mu’jam. Salah satu Imam, Ulama besar kaum Muslimin yakni Al Imam Abu Al Qasim Ath-Thabarani telah menulis kitab kumpulan hadits dalam bentuk Al Mu’jam. Beliau menulis kitab diantaranya : Al Mu’jam Al Kabir, Al Mu’jam Al Ausath dan Al Mu’jam Al Shaghir.

Apa Kitab Al Mu’jam itu?
adalah Kitab yang memuat Hadits yang dikumpulkan oleh seorang Ulama Hadits, yang Beliau berusaha mengeluarkan satu hadits atau lebih dari seorang syekh yang menjadi gurunya. dan hadits-hadits yang Beliau kumpulkan dalam kitab tersebut Diurutkan berdasarkan urutan huruf Abjad hijaiyah nama-nama guru Beliau ( Guru yang beliau ambil Hadits nya),maka Secara otomatis beliau memperkenalkan para ulama hadits di masanya
Inilah edisi terjemah dari kitab Al Mujam Ash Shaghir karya Imam Al Hafidh Sulaiman bin Ahmad Ath Thabarani – rahimahulloh [ w 360 H]

kitab Al Mu’jam Ash-Shaghir karya Al Hafizh Sulaiman bin Ahmad Ath-Thabarani yang di dalamnya menyebutkan berbagai pelajaran yang dia tulis dari para gurunya di berbagai kota. Dia mengeluarkan satu hadits dari setiap guru tersebut, kadang pula lebih dari satu, lalu menyusunnya berdasarkan nama-nama mereka. Kadang dia menyebutkan nama negeri tempat dia menulis hadits itu, bahkan biasa pula dia menyebutkan tahun berapa dia menulisnya.

Siapakah Imam Ath Thabarani ?
Nasab beliau adalah Al Imam Al Allamah Al Hafizh Al Kabir adalah seorang alim yang kuat hafalannya. Pada masanya, ia juga ahli dibidang isnad, Abu Al Qasim Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub bin Muthair Al Lakhmi Asy-Syami Ath-Thabarani- rahimahulloh- [ lihat biografi beliau di : Tadzkirat AL Huffazh 3/118, Thabaqot Al Huffazh (372), Syadzarat Adz Dzahab 3/30; Al I’bar fii Akhbar man Ghabar 2/315; Al A’lam 3/181; Akhbar Ashbahan 1/335], dilahirkan pada bulan Shafar tahun 260 H.

Ilmu Imam Ath-Thabarani dan pendapat para ulama tentangnya
Dari berbagai karya tulis beliau rahimahulloh, kita dapat menyaksikan beraneka ragam pengetahuan dan luasnya bacaan Ath-Thabarani, kedalaman ilmunya, bahkan Adz-Dzahabi rahimahulloh- menyebutnya, sebagai “Musnid Ad-Dunya”. As-Suyuthi-rahimahulloh- juga menyebutnya, “Musnid Ad-Dunya dan salah satu pendekar ilmu ini”. Ibnu Asakir -rahimahulloh- menyebutnya, “Salah seorang hafizh yang banyak meriwayatkan hadits dan sering melakukan perjalanan menuntut ilmu”. Ibnu Abdil Hadi Al Hanbali -rahimahulloh- mengatakan, “Al Imam Al Allamah Al Hafizh Al Kabir yang tsabat, musnid ad dunya… Dia termasuk salah satu pendekar ilmu ini dengan sifatnya yang jujur dan amanah.” Ibnu Mandah -rahimahulloh- berkata, “la adalah salah seorang hafizh.”
Adz-Dzahabi mengatakan dalam Al ‘Ibar, “Dia sendiri tsiqah, jujur, luas hafalan dan mengerti cacat-cacat hadits dan biografi perawi serta permasalah fikih dan banyak lagi karya-karya tulisnya….”
Ibnu Al Amid berkata, “Tadinya aku mengira tak ada sesuatu di dunia ini yang lebih manis dan lezat melebihi kekuasaan dan kementerian yang mana aku pernah menjabatnya. Hingga suatu ketika aku menyaksikan debat antara Sulaiman bin Ahmad Ath-Thabarani dan Abu Bakar Al Ji’abi yang sempat aku hadiri. Ath-Thabarani dapat mengalahkan Al Ji’abi dengan hafalannya, tapi Al Ji’abi mengalahkannya dengan kepintaran serta kecerdikan penduduk Bagdad hingga suara mereka menjadi tinggi dan masing-masing belum ada yang benar-benar menundukkan lawannya. Al Ji’abi dalam perdebatan itu berkata, “Aku punya suatu hadits yang tidak ada di dunia ini kecuali hanya aku yang tahu.” Ath-Thabarani berkata, “Coba sebutkan.” Al Ji’abi berkata, “Abu Khalifah menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Ayyub menceritakan kepada kami….” Lalu dia menyebutkan haditsnya. Kemudian Ath-Thabarani berkata, “Akulah Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub dan dariku-lah Abu Khalifah mengambil hadits itu. Coba dengarkan saja lansung dariku sehingga sanad-mu menjadi tinggi dan tidak usah meriwayatkan dari Abu Khalifah dariku.”
Mendengar itu Al Ji’abi pun menjadi malu dan Ath-Thabarani berhasil mengalahkannya.”
Ibnu Al Amid juga berkata, “Aku ingin sekali berada di posisi Ath-Thabarani kala itu tanpa harus menjadi menteri dan bisa bergembira sebagaimana Ath-Thabarani bergembira karena haditsnya.”
Ath-Thabarani -rahimahulloh- meraih ilmu yang luas ini karena kekuatan hafalan yang dianugerahkan Allah Azza wa Jalla kepadanya, serta perjalanan yang panjang dengan mencari ilmu dari ahlinya, juga dengan banyaknya guru yang di antara mereka ada ahli hadits, ahli fikih, ahli bahasa, ahli nahwu, ahli tafsir, ahli qiraat dan lain sebagainya. Kemudian faktor lain adalah kesabaran yang juga dikaruniakan Allah kepadanya.
Ath-Thabarani pernah ditanya tentang banyaknya hadits yang ia riwayatkan, lalu dia menjawab, “Aku biasa tidur di atas bawari (yakni : Tikar anyaman bambu )selama tiga puluh tahun.”
Hal Ini menunjukkan betapa prihatin-nya keadaannya kala menuntut ilmu hadits yang tidak bisa dilakukan orang yang tidak sabar.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Al Mu’jam Ash-Shaghir 1 – 2 Lengkap”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *