Sale!
index

Agar Cinta Tak Pernah Layu

Rp20.000,00 Rp15.000,00

Penulis    : Muhammad Mahmud Al Qadhi

Ukuran   : 13 x  20,5 cm

Hal          : XIV + 134 hlm

ISBN      : 978-602-8081-09-2

SKU: agar-cinta-tak-pernah-layu Category:

Product Description

Pernikahan merupakan moment hidup yang paling dinanti. Berjuta harapan dan bayangan indah hadir mengusik sanubari seiring langkah menuju gerbang peradaban yang baru tersebut. Dan, kebahagiaan pun berlanjut pada awal-awal masa mengarungi bahtera rumah tangga. Tapi sejalan dengan bergulirnya waktu, problematika mulai menghinggapi rumah tangga yang bermula dari adanya perbedaan antara suami-istri.

 

Perbedaan adalah keniscayaan dalam rumah tangga, karena pernikahan pada hakikatnya adalah pertemuan antara dua insane yang beda latar belakang, beda pemikiran, bahkan beda karakter dan selera terhadap hal-hal yang ‘disukai’ dan ‘tidak disukai’.

 

Bila tidak disikapi dan dikelola dengan baik, maka perbedaan akan menjelma jadi bencana. Kalaupun tidak langusng mencerai-beraikan kesatuan suami-istri, paling tidak perlahan-lahan akan mengikis keutuhan cinta yang sebelumnya telah mekar. Bila keutuhan cinta ini terus terkikis, maka lambat laun bunga cinta pasutri akan semakin layu, dan berujung pada kematian.

 

Oleh karenanya, bunga cinta pasutri senantiasa membutuhkan penyegaran. Penyegaran inilah yang dibicarakan dalam buku ini. Penulis mengajak pasangan sumai-istri untuk menyadari kesalahan dan kekurangan masing-masing, kemudian melakukan perbaikan, dan terakhir memperbarui atau menyegarkan kembali ‘gairah’ cinta yang dulu pernah mekar. Sehingga, perbedaan dan masalah tidak berujung prahara, tapi berbuah kebahagiaan.

 

Ini adalah buku yang istimewa. Sangat tepat bagi mereka yang telah ‘lama’ menikah dan bekal berharga pula bagi mereka yang ‘baru’ dan ‘akan’ menikah dalam mengarungi perjalanan yang teramat panjang.

Jumlah halaman/ukuran : XIV + 134 hlm/ 13 x  20,5 cm

ISBN : 978-602-8081-09-2

Synopsis : Pernikahan merupakan moment hidup yang paling dinanti. Berjuta harapan dan bayangan indah hadir mengusik sanubari seiring langkah menuju gerbang peradaban yang baru tersebut. Dan, kebahagiaan pun berlanjut pada awal-awal masa mengarungi bahtera rumah tangga. Tapi sejalan dengan bergulirnya waktu, problematika mulai menghinggapi rumah tangga yang bermula dari adanya perbedaan antara suami-istri.

 

Perbedaan adalah keniscayaan dalam rumah tangga, karena pernikahan pada hakikatnya adalah pertemuan antara dua insane yang beda latar belakang, beda pemikiran, bahkan beda karakter dan selera terhadap hal-hal yang ‘disukai’ dan ‘tidak disukai’.

 

Bila tidak disikapi dan dikelola dengan baik, maka perbedaan akan menjelma jadi bencana. Kalaupun tidak langusng mencerai-beraikan kesatuan suami-istri, paling tidak perlahan-lahan akan mengikis keutuhan cinta yang sebelumnya telah mekar. Bila keutuhan cinta ini terus terkikis, maka lambat laun bunga cinta pasutri akan semakin layu, dan berujung pada kematian.

 

Oleh karenanya, bunga cinta pasutri senantiasa membutuhkan penyegaran. Penyegaran inilah yang dibicarakan dalam buku ini. Penulis mengajak pasangan sumai-istri untuk menyadari kesalahan dan kekurangan masing-masing, kemudian melakukan perbaikan, dan terakhir memperbarui atau menyegarkan kembali ‘gairah’ cinta yang dulu pernah mekar. Sehingga, perbedaan dan masalah tidak berujung prahara, tapi berbuah kebahagiaan.

 

Ini adalah buku yang istimewa. Sangat tepat bagi mereka yang telah ‘lama’ menikah dan bekal berharga pula bagi mereka yang ‘baru’ dan ‘akan’ menikah dalam mengarungi perjalanan yang teramat panjang.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Agar Cinta Tak Pernah Layu”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *